Gadgets
Now Reading
Review Oppo A39: Oppo F1S Versi Harga Terjangkau
0

Review Oppo A39: Oppo F1S Versi Harga Terjangkau

by HengkyApril 29, 2017

Oppo pada awalnya merupakan sebuah perusahaan yang memproduksi barang-barang elektronik seperti mp3 player, blu-ray player dan lainnya. Mereka memasuki bisnis ponsel di tahun 2008 dan mulai memproduksi smartphone berbasis android di tahun 2011. Brand asal Tiongkok ini melakukan ekspansi ke Indonesia di tahun 2013 dengan meluncurkan Find 5, yang menurut saya cukup menarik pada saat itu. Berbagai macam strategi marketing digunakan agar brand ini bisa diminati dan dilirik oleh pengguna smartphone.

Berselang beberapa tahun, harus diakui strategi marketing yang dilakukan untuk menciptakan brand awareness ini berhasil di Indonesia dan bahkan di Asia. Saya tidak akan menjelaskan secara detail di sini, tapi jika kita perhatikan memang sistem yang mereka buat sangat efektif. Hasilnya adalah sebagian besar dari kita sudah tidak menganggap remeh brand Oppo.

Tapi, yang cukup menarik perhatian saya adalah Oppo sepertinya sekarang lebih fokus ke HP mid-end di Indonesia, mungkin karena memang pasarnya yang paling menggiurkan. Nah, salah satunya yang terbaru adalah Oppo A39 yang spesifikasinya mirip dengan Oppo F1s tapi dengan harga yang lebih murah. Spesifikasi mirip, tapi bisa beda hampir sejuta, kira-kira fitur apa saja yang dikurangin ya?

a3900

Menurut saya, Oppo A39 punya desain yang terbilang cantik. Walaupun desainnya mirip dengan kebanyakan handphone-handphone keluaran terbaru sekarang. Body belakangnya dibalut dengan bahan metal, tapi saya kurang yakin ini metal karena terasa kurang kokoh, tidak seperti Samsung J Prime Series. Tapi keterangan di web resminya menggunakan magnesium aluminium alloy. Bagian depannya sudah dilapisi dengan kaca 2.5D, yang membuatnya menjadi terlihat sangat premium. Secara keseluruhan, desainnya terlihat seperti iPhone 6.

Saya kurang suka dengan ketiga tombol kapasitifnya. Ikonnya ini sangat tipis dan diperparah dengan absennya backlight, jadi tidak terlihat jelas. Mungkin Oppo mengejar sisi estetika agar di bagian bawah terlihat putih bersih , tapi dari sisi fungsionalitas jadinya kurang baik.

Layar dari Oppo A39 ini sebesar 5.2” dengan resolusi HD. Lebih kecil sedikit dibandingkan dengan Oppo F1s. Panelnya sudah menggunakan panel IPS, jadi viewing angle-nya cukup bagus, warnanya juga natural dan baik. Selain sudah menggunakan kaca 2,5D, layarnya ini juga sudah dilindungi dengan lapisan Gorilla Glass 4.

A39 menggunakan UI buatan Oppo yang dinamakan ColorOS. UI ColorOS ini di mata saya sangat mirip dengan iOS. Memang UI buatan brand Tiongkok itu rata-rata mirip dengan iOS. Tapi ColorOS ini sekilas memang sangat mirip, dan mungkin itu bukan hal yang buruk. Tampilannya clean dan cukup minimalis dengan kustomisasi yang cukup banyak.

Kalau memang kurang suka dengan tampilannya, kamu tinggal ganti themes-nya, fontnya juga bisa diganti. Ada gesture & motion, jadi bisa menggunakan double tap 2 wake yang sangat berguna karena hp ini tidak memiliki sensor fingerprint. Sayangnya lagi, ColorOS ini masih berbasis Android 5.1.

Nah, mungkin karena target market mereka itu untuk yang lebih suka foto terutama selfie. Kamera depannya hanya beresolusi 5MP, dilihat dari Megapixelnya, masih kalah dengan F1s yang 16MP.  Tapi saya puas dengan hasil kamera depannya mengingat harganya yang dibawah 3 juta. Kualitasnya baik dan secara mengejutkan cukup tajam, di indoor juga masih cukup baik. Mungkin karena ukuran pixelnya yang 1.4 micron dengan bukaan f/2.4. Lalu efek beautify-nya juga menurut saya terlihat masih bagus. Secara keseluruhan saya suka dengan kamera depannya ini.

This slideshow requires JavaScript.

 

Lalu kamera depannya ini ada beberapa fitur lain beserta filter-filter yang mungkin disukai oleh pengguna selfie. Walaupun tidak ada LED Flash, tapi kamera depannya ini ada fitur screen flash yang mengandalkan layar hp sebagai pencahayaan. Bisa rekam video juga dengan resolusi 720p.

Kamera belakangnya sebesar 13MP dengan pixel size 1.12micron dan bukaan f/2.2. Auto fokusnya termasuk biasa saja. Mode-nya juga cukup banyak. Ada mode manual (expert mode) yang pengaturannya ternyata cukup lengkap. Dari ISO, shutter speed, sampai focus juga bisa disetting secara manual. Terus bisa ambil foto dengan format RAW.

Untuk hasilnya menurut saya cukup bagus, saya cukup puas mengandalkan hp ini untuk foto-foto ketika liburan akhir tahun kemarin. Saya suka dengan warna yang dihasilkan, juga dengan contrast dan saturasinya yang menurut saya pas. Ketika kondisi low light dan kurang cahaya hasilnya masih tergolong lumayan. Sama sepert hp-hp lainnya yang kualitasnya menurun dan jadi noisy. Yang saya kurang suka yaitu dynamic range-nya, menurut saya sebenarnya bisa lebih baik lagi. Tapi sekali lagi menurut saya hasil kameranya sudah tergolong baik untuk hp dibawah 3 juta rupiah.

This slideshow requires JavaScript.

Ada fitur lain juga seperti Ultra HD yang katanya bisa mengambil foto 50MP. Kelihatannya fitur ini menggabungkan beberapa foto jadi satu dan mirip seperti fitur Super Resolution di Zenfone. Lalu ada mode GIF juga. Kamera ini bisa digunakan untuk mengambil video dengan resolusi tertinggi FULL HD dan tidak ada settingan apapun di video-nya. Menurut saya, hasilnya termasuk ok.

Untuk jeroannya, Oppo A39 mengandalkan MediaTek 6750 sebagai dapur pacu-nya. Processor pure Octa-Core 1.5GHz ini menggunakan arsitektur Cortex A-53. GPU-nya pake Mali T860 dengan 2 core, lalu ditemani juga dengan RAM yang lumayan besar yaitu 3GB.

Untuk main game masih terbilang cukup lancar. Saya merasa cukup nyaman memainkan NOVA 3 di hp ini dan untuk multitaskingnya juga lancar. Tapi saya menyadari beberapa aplikasi chatting seperti Line terkadang tidak jalan background notif-nya. Pastikan saja aplikasinya di-lock di bagian Multi Tasking.

Internal memory-nya cukup besar yaitu 32GB, cukup kaget karena saya kira paling hanya 16GB. Terus kalau merasa kurang, masih ada slot microSD. Enaknya lagi bisa masukkin slot dual SIM dan micro SD berbarengan. Jadi hp ini tidak menggunakan sistem hybrid dan ngomong-ngomong A39 sudah ngedukung 4G di kedua slot SIM card-nya.

Speakernya ada dibawah, bersebelahan dengan port micro USB dan audio Jack. Kualitas speakernya menurut saya kurang bagus, agak cempreng dan kurang keras, jadi kalau di-outdoor suaranya agak kurang terdengar.

Baterainya berkapasitas 2,900 mAh. Bisa tahan digunakan dari pagi sampe malam. Butuh waktu lebih dari 3 jam untuk mengisi baterainya dari 0 sampe 100%.

Menurut saya, Oppo A39 ini sebenernya cukup bagus dan bisa jadi pilihan buat yang naksir Oppo F1s, tapi budgetnya cuma 2-jutaan rupiah.

Kamu bisa mendapatkan hp dengan spesifikasi yang hampir mirip dengan F1s dan hp ini punya kualitas kamera yang tergolong baik di range harganya. Walaupun memang kamera depannya cuma 5MP sedangkan F1s 16MP.

Sayangnya hp ini tidak ada fingerprint, padahal sekarang hp 1 jutaan saja sudah banyak yang memiliki fitur ini. Di range harga segini Oppo A39 juga punya saingan yang tidak kalah menarik seperti Asus Zenfone 3 ZC553KL dan Samsung Galaxy J5 Prime yang bisa dipertimbangkan. Tinggal pilih saja mana yang lebih cocok. 

What's your reaction?
Love It
0%
Interested
0%
Meh...
0%
What?
0%
Hate It
0%
Sad
100%
About The Author
Hengky
Karyawan kantoran yang demen ngobrol soal gadget terutama smartphone.

Leave a Response