Gadgets
Now Reading
Review Infinix Hot 6 Pro : Smartphone Terbaik di Kelasnya
0

Review Infinix Hot 6 Pro : Smartphone Terbaik di Kelasnya

by HengkyAugust 20, 2018

 

Semenjak Xiaomi meluncurkan Redmi 5A yang diberi jargon hp terbaik di kelasnya, sepertinya mulai bermunculan produk dari brand lain yang ingin menantang hp tersebut. Salah satu contohnya adalah Infinix Hot 6 Pro ini, yang di atas kertas terlihat sangat impressive, tapi apakah bisa jadi hp terbaik di kelas-nya??

 

DESAIN & LAYAR

Infinix Hot 6 Pro menurut saya mempunyai desain yang bagus. Entah kenapa dari pertama kali pegang saya sangat suka dengan desainnya. Pemilihan seperti ornament garis antena atas dan bawahnya, dan kamera dengan bump yang sangat tipis mungkin menjadi salah satu faktor-nya. Terus walau hp ini memang berbahan polycarbonate tapi sangat enak dilihat. Selain feels-nya enak, pemilihan finishing doff di hp ini menurut saya jadi bikin keliatan elegant dibanding kalau dibikin finishing metal tapi malah terlihat murahan.

Untuk layar sebesar 6 inchi-nya sendiri termasuk baik di kelasnya dan di mata saya banyak poin plus. Seperti sudah memakai infinity display yang modern, layar-nya yang secara mengejutkan terlihat tajam walau resolusinya HD Plus, belum Full HD. Panel IPS-nya juga bagus, terlihat dari reproduksi warna dan kontras-nya yang pas menurut saya. Kaca depannya juga sudah 2.5D, jadi bagian depan dan belakang hp ini terlihat elegant di kelas-nya.

Dari sisi keamanan juga cukup lengkap. Selain sensor sidik jari di belakang yang performa-nya lumayan, ada fitur face unlock juga yang performa-nya cukup ok. Uniknya pas low light kita bisa memanfaatkan LED flash di depan untuk face unlock, walaupun harus kita nyalakan secara manual.

Karena memakai aspect ratio 18:9, jadi tombolnya memakai on screen button yang bisa disembunyikan. Pas ke setting ada pilihan gesture, tapi ternyata belum ada gesture untuk menggantikan navigasi, masih sebatas double tap to wake dan gesture screenshot yang menurut saya sangat berguna.

 

HARDWARE – SOFTWARE – PERFORMANCE

Infinix Hot 6 Pro memakai chipset Snapdragon 425 yang memang ditujukan untuk pasar low end. Processor-nya ada 4 inti dan litography-nya masih 28nm. Chipset ini memang untuk menggantikan Snapdragon 410, tapi sewaktu saya test performa-nya terasa meningkat cukup signifikan dibandingkan 410, termasuk di hp ini. Kelihatannya Infinix sudah mengoptimalisasi chipset ini dengan baik ke XOS buatan mereka.

Untuk basic task terasa lumayan ok buat saya. Waktu browsing dan main social media saya jarang menemukan stuttering yang sampai bikin kesal. Untuk multi-taskingnya juga lumayan. Unit yang saya pegang ini RAM-nya 3GB, dan tersedia juga versi 2GB. Internal storage-nya sendiri sebesar 32GB, kalau kurang masih bisa kita ekspansi dan slot-nya ada 3 buah. Asiknya lagi, kita bisa format SD card jadi internal memory.

XOS versi 3.2 yang dipakai sudah berbasis Android Oreo. Saya cukup suka dengan tampilan XOS versi ini. Kalau mau di-explore fiturnya juga cukup banyak. GPU-nya memakai Adreno 308. Pertanyaannya, apakah hp ini bisa dipakai untuk gaming???

Menurut saya jangan terlalu menganggap remeh hp ini. Main game casual sudah pasti nggak ada masalah. Tapi pas saya test main game berat seperti PUBG, ternyata masih cukup playable. Walaupun memang frame rate-nya nggak terlalu tinggi. Terus saya test main game infinity ops juga secara mengejutkan masih sangat playable. Dengan catatan setting grafis set ke low atau average. Saya coba iseng set ke high jadi stuttering dan agak kurang playable walaupun kalau mau dipaksakan masih bisa.

 

CAMERA

Walaupun termasuk hp low end, tapi Hot 6 Pro punya 2 buah kamera di belakang. Kamera utamanya beresolusi 13MP dengan bukaan F/2.0, dan kamera kedua-nya beresolusi 2MP yang berguna untuk mode portrait.

Ada berbagai mode di kameranya, dan bahkan mode professional juga tersedia. Jarang-jarang hp low-end ada mode professional. Pengaturannya pun lengkap, ada shutter speed, ISO, dan manual fokus. Ada mode beauty dan tentunya mode portrait.

Untuk auto fokus-nya, pas saya test performanya lumayan, termasuk di ruangan yang cukup gelap. Pas saya cek, ternyata sudah memakai PDAF untuk auto fokus-nya. Shutter lag-nya saat HDR off dan di dalam ruangan masih lumayan, ada jeda sekitar 1.5 detik, tapi saat mode HDR dinyalakan jadi sekitar 5 detik. Untuk hp low-end ini cukup wajar, karena ada faktor dari chipset-nya juga.

Untuk hasil fotonya di saat kondisi day light, saya cukup puas. Sudah termasuk baik di kelasnya. Warna yang direproduksi juga cukup pas, walau kadang suka dapet foto yang agak terlalu kebiruan. Tapi nggak selalu ya. Untuk detail dan ketajaman cukup ok, tapi kadang saya bisa dapet foto yang ketajamannya agak standard. Saya nggak berekspektasi lebih sih. Dynamic range-nya menurut saya standard, dan foto HDR-nya terkadang saya suka. Tapi seringkali saya kurang suka dengan efek-nya, kurang sreg aja sama warnanya, saya lebih mending edit lagi menggunakan aplikasi. Kadang juga suka ada bagian yang jadi lebih washed out. Tapi ingat, ini hp low-end.

Sewaktu di Indoor secara mengejutkan menurut saya juga masih ok, saya kira bakal menurun banyak kualitasnya. Detail sudah lumayan tapi paling ketajamannya aja yang standard hp low-end. Dan sekali lagi terkadang saya kurang sreg dengan mode HDR-nya.

Untuk low light dan extreme low light, hasil fotonya standard hp kelas bawah, jangan berekspektasi lebih. Saya suka dapet foto berbayang juga, tapi pas cahaya memadai masih bisa dapet foto yang menurut saya ok sih.

Nah foto mode portrait-nya menurut saya sudah lumayan untuk hp di kelasnya. Efek bokeh-nya bagus walaupun belum terlalu rapih. Foto portrait-nya juga nggak terbatas untuk subyek manusia ya, bisa di benda lainnya. Terus di mode portrait dibikin sedikit zoom, yang memang menurut saya cocok untuk foto portrait dibanding terlalu wide.

Kamera depannya beresolusi 5MP dan dilengkapi dengan LED Flash. Hasil fotonya untuk kamera beresolusi 5MP cukup baik terutama di kondisi day light. Hanya saja pas kondisi backlight jadi agak kurang.

Di situasi dalam ruangan dan low light sebetulnya detail yang dihasilkan lumayan. Tapi saya sering mendapatkan foto yang terlalu kehijauan. Tapi ini seharusnya bisa diperbaiki melalui firmware update.

Oh ya, walaupun kameranya hanya 1, tapi ada fitur portrait juga di kamera depannya. Potongannya sih nggak serapih kamera belakangnya. Tapi efek bokeh-nya cukup baik dan seharusnya sudah cukup bersyukur fitur ini diberikan oleh Infinix.

Kamera depan dan belakangnya bisa merekam video hingga resolusi maksimal Full HD. Hasil kamera belakangnya punya ketajaman yang standard hp di kelasnya ya. Cukup ok, hanya saja pas rada gelap frame rate jadi ada sedikit stutter, sedikit.

Kualitas video kamera depannya sedikit di bawah kamera belakangnya. Di kondisi terang sebetulnya masih lumayan, tapi di kondisi rada gelap jadi standard ya. Kadang saya suka mendapatkan hasil yang rada kehijauan juga.

 

BATTERY

Hot 6 Pro punya baterai yang besar di kelas-nya, yaitu 4,000mAh. Sewaktu saya pakai untuk pemakaian standard cukup awet, kira-kira bisa dapet SoT sekitar 7-8 jam. Dengan nonton 1 film Full HD, nonton YouTube total 3 setengah jam, kamera, browsing, dan sesekali main PUBG dan Infinity OPS. Pake 1 sampai 1 setengah hari masih sangat memungkinkan.

Hanya saja untuk pengisian ulang baterai butuh waktu agak lama. Dari low-batt sampai full, saya butuh waktu sekitar 3 jam 20 menitan. Tapi ini lumayan mengingat kapasitas baterai-nya yang besar.

KESIMPULAN

Kesimpulannya, apakah Hot 6 Pro hp terbaik di kelasnya? Menurut saya sih bisa dinobatkan menjadi salah satu-nya. Saya betah pegang hp ini, walaupun memang ada sedikit keluhan di sektor kameranya tapi nggak sampai jadi deal breaker menurut saya. Dan sebetulnya yang saya keluhkan itu bisa diperbaiki melalui software update. Tapi yang pasti, ini adalah hp dengan fitur terlengkap di kelasnya, dan hp ini meninggalkan impresi yang baik bagi saya, bahkan dibandingkan hp Infinix lain yang kelas-nya ada di atas hp ini.

Link pembelian: Bukalapak

 

What's your reaction?
Love It
0%
Interested
0%
Meh...
50%
What?
0%
Hate It
0%
Sad
50%
About The Author
Hengky
Karyawan kantoran yang demen ngobrol soal gadget terutama smartphone.

Leave a Response