Gadgets
Now Reading
Review Asus Zenfone 3 Max: Varian Zenfone 3 Series di 2 jutaan
0

Review Asus Zenfone 3 Max: Varian Zenfone 3 Series di 2 jutaan

by HengkyMarch 22, 2017

INTRODUCTION

Mungkin banyak dari kalian yang ngerasain hype saat seri Zenfone pertama diluncurkan oleh brand dari Taiwan ini. Atau bahkan ada yang merasakan saat-saat dimana supply Zenfone tidak bisa mengimbangi permintaan di Indonesia. Itu artinya awal yang sangat manis bagi Asus yang saat itu baru memasuki pasar low to mid end smartphone.

2 tahun berlalu, Zenfone sudah mencapai seri yang ke-3. Banyak perubahan strategi dari Asus yang terjadi sekarang. Salah satunya merebranding seri Zenfone. Di tahun ini Asus memfokuskan marketing ke produk ZE520KL yang harganya disekitaran 4.2 juta. Kalau dilihat, Asus sepertinya ingin keluar dari cap smartphone murah untuk seri Zenfone-nya.

Tapi tenang dulu, bagi yang mengincar hp affordable, sebetulnya masih ada seri Zenfone 3 yang harganya dibawah 4 juta. Dan yang termurah adalah ini….Asus Zenfone 3 Max yang dihargai dikisaran 2.1 juta.

ZF3Max002

 

DESAIN DAN LAYAR

Untuk hp di harga 2 juta, desainnya menurut saya caaaakep banget. Dipegang feel-nya seperti bawa iPhone. Kalau saya lihat pemakaian kaca 2.5D memang berperan penting untuk mempercantik desainnya. Sekilas juga terlihat bahan metal dan build quality-nya sangat kokoh. Body belakangnya terlihat sangat premium, dan jika dibandingin side by side dengan Redmi 3X, saya masih pilih Zenfone 3 Max ini.Walaupun kalau diperhatikan lagi nih, sebetulnya keduanya sama. Tapi Asus memberikan aksen garis metal di beberapa titik yang menurut saya efeknya signifikan. Jadi walaupun penambahannya kecil tapi efeknya sangat besar.

 

Layarnya 5.2 inch, ukuran yang cukup ok buat saya yang tidak terlalu suka dengan smartphone berlayar besar. Resolusinya 720P dan berpanel IPS. Jadi masalah viewing angle dan warna sudah bagus. Dibawah sinar matahari, layarnya masih terlihat cukup baik.

Untuk resolusi saya sebetulnya tidak ada masalah dengan 720p apalagi di harga 2 juta. Sudah sangat cukup, toh bikin hemat daya juga. Sayangnya tidak ada Asus splendid disini. Keluhan yang langsung bisa saya rasakan sewaktu menggunakan hp ini yaitu tingkat sensivitas layarnya yang terlalu tinggi. Saya scroll pelan aja, dia malah scroll-nya cepat dan ini lumayan mengganggu.

 

KAMERA

Saya cukup terkesan dengan kamera belakang 13 MP-nya. Tadinya saya kira bakal tidak bagus. Tapi ketika saya coba menggunakannya beberapa minggu ini, ternyata saya salah. Coba lihat hasil foto2 yang saya jepret dengan menggunakan mode auto berikut ini.

Dynamic range-nya cukup baik, coba perhatikan foto dibawah ini (Foto 1 & Foto 2), di bagian gelapnya masih terlihat detailnya. Lalu di foto (Foto 3) juga begitu dan hasilnya juga ternyata cukup detail dan tajam. Walaupun katanya ukuran sensornya cuma ⅓ inch.

 

Coba liat foto dibawah ini (Foto 4), tulisannya masih terlihat jelas ketika saya zoom (Foto 5). Jadi kalau di-crop hasil kamera masih bisa terlihat lumayan ok. Misalnya dari foto ini (Foto 6), mau di crop jadi begini (Foto 7), masih tidak terlihat terlalu pecah.

Walaupun auto focus-nya biasa saja, tapi fiturnya lumayan banyak. Yang menarik itu ada super resolution, yang katanya menggabungkan beberapa foto menjadi 1 foto beresolusi 52MP yang detail. Masalah ketajaman dan detail terlihat super resolution ini sedikit lebih baik.

Lalu ada juga Low Light Mode. Yang bisa bikin foto dalam ruangan gelap jadi cukup terang. Tapi jadinya sangat noisy. Untuk kamera depannya juga tidak mengecewakan. Cukup untuk keperluan upload di media sosial.

Kamera belakangnya bisa merekam video sampai resolusi Full HD, lalu ada fitur EIS juga, tapi tidak bisa di resolusi Full HD. Sayang hasil videonya tidak sebagus hasil fotonya. Tapi kalau cuma di play di hp sih masih lumayan. EIS-nya di mata saya terlihat sama saja waktu dinyalakan ataupun tidak dinyalakan. Kalau kondisi low light jadinya fps-nya seperti menurun.

P_20161028_100035_1_p

PROCESSOR DAN HARDWARE

Dari segi hardware, Hp ini menggunakan prosesor Mediatek MT6737T. Prosesor quad-core 64-bit 1.25GHz ini berbasis ARM-53. GPU Mali-T720 dan RAM sebesar 2GB. Untuk urusan performa masih tergolong lumayan. Pas ngetest Antutu saya agak pesimis, tapi saya cukup kaget pas main game berat masih playable. Saya coba memainkan game FIFA Mobile, Asphalt Extreme, Vain Glory dan Need For Speed ternyata masih cukup lancar.

 

Ada fitur asik buat gamer. Ternyata disini disematkan Game Genie juga oleh Asus. Saya kira fitur ini cuma bakal ada di seri Zenfone 3 mid to high. Jadi bagi kamu yang mau record pas main game atau langsung live streaming ke youtube gaming atau twitch, bisa dilakukan dengan hp ini!

Multitaskingnya juga masih cukup ok. Zenfone 3 Max ini dibalut dengan Zen UI yang berjalan di Android M 6.0. Sebetulnya UI ini cukup mirip dengan stock Android dengan fitur customisasi yang berjibun. Tapi entah kenapa saya kurang suka dengan overall looks-nya. Tapi ini android, masih bisa kita kustomisasi sendiri.

Dan juga Zen UI bisa pilih themes, icons, dll. Ada fitur yang dari dulu saya sukai dari Zen UI yaitu shortcut untuk melakukan screenshot. Cuma perlu tahan tombol multi-tasking saja.

 

Oh iya, ngomong-ngomong…tombol utamanya itu on-screen. Ini keputusan dari Asus yang keren, soalnya saya kurang suka kapasitif button kalau tanpa backlight. Fingerprintnya ada di belakang. Performanya kadang cepet, tapi tidak jarang lambat. Speakernya ada di belakang dan kualitasnya biasa aja. Tapi ketika digunakan di outdoor yang berisik, suaranya masih bisa terdengar jelas, jadi cukup lumayan.

 

LAINNYA

Nah, yang dijual di perangkat ini adalah baterai-nya yang sebesar 4,100 mAh, yang menurut saya cukup awet. Ketika digunakan lumayan intense, perangkat ini bisa bertahan 1 sampai 2 hari tanpa di charge. Lalu masih ada mode super saving juga. Tapi sayangnya perangkat ini tidak dilengkapi dengan fast charging. Kalau mengisi daya dengan charger 2A bawaannya bisa sekitar 2.5 sampe 3 jam baru penuh.

Yang menarik lagi, hp ini bisa jadi powerbank buat hp lain. Cukup menggunakan kabel USB OTG yang disediakan dalam paket penjualan.

 

Zenfone 3 Max support dual-sim tapi sistemnya hybrid. Artinya kalau kamu mau menggunakan microSD, berarti harus single sim. Yang asyik sih microSD-nya bisa diformat as internal storage. Jadi yang merasa 16GB kurang, bisa ketolong dengan fitur ini.

 

 

Awalnya saya pikir Asus cuma bakal jualan performa baterai-nya saja disini, lalu mengorbankan hardware-nya agar baterai-nya awet. Ternyata tidak juga. Hp ini masih kuat diajak main game berat. Lalu ditambah dengan desainnya yang cakep dan yang lumayan penting performa kamera belakangnya diatas ekspektasi saya. Menurut saya untuk hp di harga 2 juta, hp ini cukup menggiurkan. LG X power sepertinya harus waspada dengan Zenfone 3 Max ini.

 

 

What's your reaction?
Love It
0%
Interested
100%
Meh...
0%
What?
0%
Hate It
0%
Sad
0%
About The Author
Hengky
Karyawan kantoran yang demen ngobrol soal gadget terutama smartphone.

Leave a Response